Redaksi Jurnalistik SMAGAPO
Inilah laskar Jurnalistik SMAGAPO yang selalu haus akan "hotnews" yang ada di SMA N 3 Ponorogo.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Warta Smaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Smaga. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 April 2012
Jembatan menuju kesuksesan
Membaca, kata yang cukup sederhana dalam kehidupan kita. Mulai TK kita sudah diajari membaca. Sepertinya memang sederhana tapi manfaatnya sungguh luar biasa. Sekarang yang perlu dipertanyakan, sudahkah kita banyak membaca?
Dalam kenyataan sehari-hari, membaca ternyata masih belum membudaya. Ini terbukti dari masih banyaknya tempat-tempat membaca yang sepi pengunjung. Perpustakaan sekolah misalnya. Setiap hari pengunjung perpustakaan sekolah hanya orang-orang tertentu, bahkan siswa yang seharusnya banyak mengembangkan ilmunya dengan membaca, ternyata tidak akan membaca sebelum ada tugas untuk membaca. Bahkan saat diberi tugas membaca, malah menawar. ”Memangnya jualan Lombok?” Di samping itu banyaknya buku-buku bagus yang masih kelihatan baru walaupun sudah lama, menunjukkan bahwa memang budaya membaca di lingkup sekolah masih rendah.
Sumber membaca sekarang tidak hanya kita jumpai pada perpustakaan saja, tapi juga di media masa bahkan di media elektronika. Informasi yang ditampilkannya pun beragam, mulai dari hal-hal yang sederhana sampai yang berbobot. Perkembangan teknologi ini seharusnya bisa memotivasi kita untuk lebih giat menggali pengetahuan-pengetahuan baru dari sana. Tapi sangat disayangkan ternyata mereka lebih memilih bermain yang tidak ada manfaatnya, contohnya main game, buka situs-situs yang menyesatkan, bahkan catting yang akhirnya lupa waktu belajar. Padahal kalau kita lihat, banyak orang sukses karena membaca. Karena membaca sama saja dengan belajar. Belajar sangat luas cakupannya. Belajar tidak harus selalu lewat pendidikan formal. Namun lewat membaca, melihat, mencontoh orang-orang sukses juga belajar. Sebagai contoh presenter kondang Thukul Arwana, berangkat dari orang biasa-biasa saja sekarang bisa sukses karena membaca.
Untuk memahami membaca ada beberapa macam, yaitu membaca cepat, membaca nyaring, membaca pemahaman, dan membaca rekreatif.
Pada abad sekarang ini hampir di segala sektor kehidupan terjadi perubahan yang sangat cepat, bahkan hampir tak terduga. Untuk memperoleh informasi dari sumber manapun ada satu kemampuan yang dituntut dan tak berubah yaitu kemampuan membaca dari si pencari informasi. Karena sifat digital dan elektronis dari sumber informasi yang marak sekarang, kemampuan membaca tersebut bukan sekadar dapat membaca, melainkan membaca secara cepat. Bahkan menurut Baldridge (1979) dikatakan bahwa setiap calon cendekiawan abad modern ini dituntut untuk membaca 850.000 kata/menit. Jika kita hanya mampu membaca 250 kata/menit, dalam seminggu kita harus membaca kira-kira 56 jam, artinya 8 jam/hari. Sungguh dramatis, bukankah hidup ini bukan hanya diabdikan untuk membaca? Masih banyak tugas lain yang penting dari itu. Agar kita dapat memanfaatkan waktu dengan efisien, sekali lagi kita perlu memiliki keterampilan membaca cepat.
Kemampuan membaca cepat ini dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan tujuan dan manfaat yang kita tetapkan. Salah satunya adalah untuk membaca memindai atau membaca scaning, yaitu membaca hanya menekankan pada bagian-bagian yang dianggap penting saja.
Kompetensi membaca nyaring difokuskan pada kemampuan berekspresi lisan. Teks atau naskah yang sudah disediakan harus dapat diekspresikan secara tepat, jelas, komunikatif, mudah dipahami, dan enak didengar. Untuk dapat berekspresi lisan secara baik dan benar diperlukan latihan secara rutin dan terus-menerus. Kita tidak bisa secara tiba-tiba mendapatkan suara bagus, merdu, mantap, berwibawa, melafalkan kata dengan jelas, dan mengatur pernafasan secara rapi; tanpa serangkaian latihan secara terus-menerus dan bersungguh-sungguh. Membaca nyaring ini dapat kita jumpai dalam pembacaan berita, membacakan laporan atau menyampaikan laporan, pembacaan pengumuman, melakukan percakapan atau wawancara terstruktur, dan juga membaca teks dalam upacara.
Membaca pemahaman pada hakikatnya adalah kegiatan membaca yang dimaksudkan untuk memahami makna yang terkandung dalam suatu teks. Pemahaman suatu teks sangat bergantung pada berbagai hal. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam membaca adalah keterampilan yang dimiliki oleh seorang pembaca dalam memahami teks yang dibaca. Tinggi rendahnya keterampilan yang dimiliki pembaca akan sangat berpengaruh pada tingkat pemahaman pada teks yang dibaca.
Sebagai sebuah keterampilan berbahasa, keterampilan membaca pemahaman perlu ditingkatkan kepada semua orang, termasuk di dalamnya adalah guru dan siswa. Dengan begitu diharapkan keterampilan mereka akan terus meningkat. Membaca pemahaman dapat digunakan antara lain: untuk membaca tabel, grafik, dan bagan/diagram; membaca intensif teks profil tokoh; membaca dan menemukan gagasan utama; membaca intensif dan menemukan masalah untuk bahan diskusi; membaca ekstensif dan menyimpulkan masalah utama; membaca intensif beberapa berita yang bertopik sama; membaca intensif teks berita; membaca intensif dan mengevaluasi buku ilmu pengetahuan populer; membaca intensif opini/tajuk dalam surat kabar; membaca ekstensif dan menemukan gagasan dari beberapa artikel atau buku; membaca intensif dan memahami teks iklan.
Membaca rekreasi adalah membaca yang hanya bertujuan untuk rekreasi atau hiburan, misalnya membaca cerpen, novel, cergam, cerbung, atau membaca naratif.
Dari beberapa jenis membaca tadi yang paling tepat bagi kita untuk menambah wawasan adalah membaca cepat dan membaca pemahaman. Karena membaca tanpa pemahaman, berarti tidak ada informasi yang kita dapatkan. Tidak ada yang sulit untuk dilakukan selagi kita ada kemauan. Kapan lagi kita bisa menjadi pribadi yang kreatif dan berwawasan luas kalau kita tidak mau membaca. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW sudah ditegaskan pentingnya membaca. Ini jelas menunjukkan bahwa membaca merupakan kewajiban semua umat manusia, mulai dari TK sampai menutup mata. Apalagi sebagai generasi penerus bangsa. Tugas kita membuka jendela kesuksesan lewat membaca. Keberhasilan dunia di tangan generasi muda. Kualitas suatu bangsa di pundak generasi muda. Kegagalan sebuah bangsa adalah kegagalan sebagai generasi muda.
Dunia semakin mutakhir. Pendidikan semakin tak terbatas. Ilmu dapat dikejar. Harapan dapat diraih. Kesuksesan dapat kita pegang. Semua tinggal kemauan.
Perubahan dapat kita awali dari sekarang. Mumpung kesempatan masih ada. Tinggalkan bermalas-malasan. Mari kita raih kesuksesan. Dari mana itu semua kita dapat? Salah satu kuncinya adalah membaca…ya..membaca.
Membaca dapat memberikan inspirasi. Membaca dapat menambah kreasi, membaca membuka jendela informasi. Alangkah bermaknanya membaca. Sungguh tak pernah kita bayangkan, betapa kita selama ini kurang memahami hakikat membaca. Kita hanya puas dengan yang kita punya, tak pernah mencari apa yang belum kita tahu. Tak pernah kita sadari ternyata kita jauh dari perubahan, kita pasif, tapi kita puas.
Mari mulai benahi diri, mari mulai benahi hati. Mulai saat ini marilah membaca,membaca, dan membaca. Karena membaca adalah jembatan menuju kesuksesan.
BERKAT AMPAS TAHU KIR JUARA
Hai hai warga SMAGA, ekstra KIR
kembali eksis nih. Semua warga SMAGA pasti tau dong, kalo ekstra ini selalu
eksis dan selalu mendapat juara disetiap lomba yang diikuti. Baru-baru ini KIR
kembali menyabet juara lohh. Perwakilan
SMAGA yang terdiri dari Reza (XII IPA 5), Nurita ( XII IPA 5), dan
Anis (XI IPA 3) berhasil menggondol juara 3 IKWU ( ? ). Tahu nggak, ampas tahu
yang selama ini hanya jadi makanan ternak, di tangan mereka berubah menjadi
makanan yang lezat. Sisa hasil produksi tahu atawa ampas tahu yang selama ini hanya digunakan untuk pakan
hewan ruminansia (kambing) menjadi inspirasi mereka untuk membuat sebuah
inovasi. So, bukan hanya lezat tapi juga menghasilkan nilai ekonomis.
Alhasil, dengan mempresentasikan hasil penelitian mereka yang
berjudul “ Nugget Ampas Tahu yang Bergizi, Murah, Lezat, dan Memiliki Nilia
Ekonomis Tinggi”. Juara tiga pun
berhasil disabet. Kunci kemenangan mereka adalah dari segi ide dan tema yang kuat, serta
kekompakan dan kebersamaan juga menjadi penentu keberhasilan mereka.
Memang sih, mereka kudu kerja
keras. Menjelang kompetisi seluruh tim berlatih dengan keras di bawah bimbingan bu
Sri Hayati pembina ekstra KIR. Meskipun ada sedikit kendala karena persyaratan
lomba yang harus mereka penuhi banyak, namun mereka tetap optimis untuk
mempresentasikan yang terbaik demi mengharumkan nama SMAN 3PONOROGO.
Pengin tahu resep nugget ampas tahu ala Reza, Nurita, dan Anis ? Ini dia :
- Campur ampas tahu dan daging ayam yang telah dihaluskan dengan putih telur, tepung terigu, garam secukupnya, dan bawang putih. Aduk hingga tercampur rata.
- Masukkan adonan nugget ke dalam loyang yang telah diolesi minyak dan dialasi plastik, lalu ratakan.
- Kukus adonan nugget hingga adonan mengeras (kurang lebih 15 menit)
- Setelah matang angkat nugget dan dinginkan
- Potong nugget sesuai selera
- Celupkan adonan nugget ke dalam kocokan telur
- Lapisi nugget dengan tepung panir/tepung roti
- Panaskan minyak dan goreng hingga kecoklatan
- Nugget bisa tahan 2 minggu dalam freezer. Cara menyimpan, adonan ini dilapisi tepung panir/tepung roti dan segera masukkan ke kantong plastik dan simpan di dalam freezer.
Selamat mencoba !
Penulis: Yanik n
Dinda
Posted in: Warta SmagaDilema Remaja
Sungguh sangat disayangkan, dari tahun ke tahun moral anak muda zaman sekarang sudah dalam kategori kritis. Batasan-batasan antara lawan jenis pun sudah kebablasan. Mereka menganggap kalau sudah pacaran itu milikku milikmu dan milikmu milikku....hadehh pusing... Dan saat ingin melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan, mereka melandasi atas dasar CINTA….Sungguh keterlaluan.
Fakta di lapangan, banyak anak yang harus berbohong hanya karena kesenangan pribadi. Sebagai contoh pada saat pulang sekolah atau malam minggu mereka berpamitan kepada orang tuanya untuk belajar kelompok, membawa tas ransel dan buku-buku lalu berboncengan dengan teman laki-lakinya, berpelukan di jalan, tanpa mereka sadari sebenarnya yang bersama mereka yang katanya pacarnya bukan siapa-siapa. Sangat disayangkan ternyata belajar kelompoknya di cafe, di taman atau di GOR dan di tempat lainnya yang mungkin membuat mereka nyaman “pacaran tentunya”??? Coba apa yang mereka pelajari hayo??
Memang butuh bimbingan dari orang tua atau orang terdekat kita. Pergaulan anak remaja adalah problem yang gampang-gampang susah bagi para orang tua dan juga guru kita. Fakta di atas semakin membuat orang tua takut akan hal-hal yang terjadi pada anaknya. Sebenarnya orang tua sudah berusaha maksimal agar anaknya menjadi anak-anak yang sholeh atau sholekah. Menjadi anak yang bermoral dan patuh pada orang tua. Tapi kenyataannya semua di luar kehendak, karena ternyata anak lebih condong pada bimbingan-bimbingan negative yang menyimpang dari aturan-aturan agama dan norma-norma, sedangkan orang tua dianggap kolot dan jadul. Jadi jangan terburu-buru menyalahkan orang tua jika sikap-sikap mereka belum bisa kita terima.
Malah, seharusnya kita harus berterima kasih kepada orang tua. Sikap mereka bertujuan untuk kebaikan kita karena mereka sayang terhadap kita. Termasuk dalam masalah pergaulan remaja terutama dengan nama ‘CINTA’ . mungkin orang tua itu akan sangat berhati-hati. Akhlak agama, kasih sayang orang terdekat harus menjadi petunjuk arah sikap kita dalam menuju ridlho orang tua dan ridlho Allah SWT.
Kenyataan di atas menunjukkan bahwa sudah terkelupasnya tata krama yang ada, lunturnya norma-norma, dan merosotnya moral dari jiwa generasi muda. Generasi muda adalah harapan bangsa. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Kalau generasi muda runtuh moralnya, berarti runtuh jua moral bangsa kita. Karena itu sudah seharusnya moral bangsa ditata kembali mulai dari sekarang. Ini adalah tugas kita sebagai generasi muda sebagai pondasi keberhasilan bangsa.
Penulis: May noer XB



01.54
Jurnalistik Smaga's Site
